MAKALAH PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI PENGANTAR BISNIS
MAKALAH PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI MATERI PENGANTAR BISNIS
MAKALAH
PENGANTAR BISNIS
“Pembentukan Struktur Organisasi”

Disusun Oleh :
Kelompok 3 (Tiga)
1.
Claudia Tamara Geraldine (05)
2.
Dewa Anjar W (07)
3.
Hakim Wiranata (11)
4.
Lutfiatun Hasanah (13)
5.
Marsa Faaiza Hardiyanti (14)
6.
Shandya Neta Karinda (28)
Dosen Pembimbing :
KUNI UTAMI HANDAYAWATI M.Pd
PROGRAM STUDI : D III AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI MALANG
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Pembentukan Struktur Organisasi”. Penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas
mata kuliah pengantar bisnis. Kami berharap dapat menambah wawasan dan
pengetahuan khususnya dalam bidang bisnis.
Menyadari
banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Karena itu kami sangat
mengharapkan kritikan dan sarandari para pembaca untuk melengkapi segala
kekurangan dan kesalahan dari makalah ini.
Kami
juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang membantu selama proses
pembuatan makalah ini.
Malang,
3 Oktober 2018
Kelompok 3
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................................... i
DAFTAR
ISI.................................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................... ......... 1
1.1
Latar Belakang................................................................................................ ......... 1
1.2
Rumusan Masalah........................................................................................... ......... 1
1.3
Tujuan.............................................................................................................. ......... 1
1.4
Manfaat..................................................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN..................................................................................... ......... 2
2.1
Organisasi Formal............................................................................................ ......... 2
2.2
Proses Pembentukan Organisasi............................................................................... 4
2.3
Pengelolaan Struktur Organisasi............................................................................... 4
2.4
Tipe-tipe Struktur Organisasi.......................................................................... ......... 5
2.5
Organisasi Informal......................................................................................... ......... 6
BAB
III PENUTUP............................................................................................. ......... 11
3.1
Kesimpulan...................................................................................................... ......... 11
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................... ......... 12
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Organisasi adalah suatu kelompok yang terdiri dari
dua orang atau lebih dan memiliki tujuan bersama yang akan dicapai melalui
serangkaian kegiatan tertentu. Perusahaan organisasi yang dibentuk oleh pemilik
perusahaan dan manajer-manajer yang bekerja sama untuk menghasilkan laba
melalui penyediaan barang dan jasa kepada konsumen. Sehingga kami tertarik
membuat makalah yang berjudul “Pembentukan Struktur Organisasi”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan
masalah dari makalah ini sebagai berikut :
1. Bagamana
pengertian organisasi formal?
2. Bagaimana
proses pembentukan organisasi?
3. Bagaimana
pengelolaan struktur organisasi?
4. Bagaimana
tipe-tipe struktur organisasi?
5. Bagaimana pengertian organisasi
informal?
1.3 Tujuan
Dari
rumusan masalah tersebut penulis dapat menyimpulkan tujuan dari makalah ini,
yaitu :
1. Untuk
memenuhi tugas pengantar bisnis
2. Untuk
mengetahui pembentukan struktur organsasi
1.4 Manfaat
1.
Penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam pengembangan ilmu pengetahuan baik bagi penulis sendiri maupun bagi kepentingan
orang lain.
2.
Dapat dijadikan sebagai referensi dalam mengkaji pembentukan struktur organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Organisasi Formal
Organisasi
adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih dan memiliki
tujuan bersama yang akan dicapai melalui kegiatan tertentu. Perusahaan
organisasi yang dibentuk oleh pemilik perusahaan dan manajer yang bekerja sama
untuk menghasilkan laba melalui penyediaan barang dan jasa kepada konsumen.
Disini dapat dilihat sumber daya manusia yang kompeten dan tujuan pokok yang
hendak dicapai.
Proses
pembentukan organisasi merupakan aktivitas pembentukan suatu kerangka kerja
yang berupa hubungan operasional antar anggota – anggota organisasi sehingga
organisasi dapat beroperasi secara efektif, mencapai tujuan, dan mampu
memperoleh laba secara optimal. Hubungan operasional ini merupakan penyelesaian
atas siapa yang mengawasi siapa, siapa melaporkan pada siapa, departemen
siapakah yang harus mengerjakan tugas tersebut.
Struktur
organisasi formal merupakan system formal dimana organisasi diatur. Struktur organisasi
formal menggambarkan rangkaian pola hubungan antar fungsi, antar unit,
kedudukan, maupun wewenang dan tanggung jawab masing – masing. Pada struktur organisasi
formal tergambarkan spesifikasi setiap pekerjaan pada tiap individu atau departemen.
Unsur – unsur organisasi
formal :
·
Sistem yang terintegrasi dan terkoordinasi
·
Adanya kelompok orang
·
Kerjasama dalam pencapaian tujuan organisasi
Dasar teori organisasi formal
:
1.
Pembagian tugas kerja
2.
Adanya hirarki organisasi dan fungsional
3.
Terdapat sturktur organisasi yang jelas
4.
Rentang kendali
Ciri – ciri organisasi formal
:
·
Memiliki keterikatan antar posisi yang
telah ditepatkan.
·
Tujuan besar dibagi dalam berbagai beban
kerja agar mudah diselesaikan sesuai bagian masing masing.
·
Kewenangan seseorang melekat pada kekuasaan
dan kedudukannya dalam organisasi tersebut.
·
Hirarki pada organisasi formal mengatur garis
komando dan tatanan hirarki pada organisasi formal biasanya berbentuk piramida dan
mempunyai tanggung jawab atas keputusan bawahannya.
·
Terdapat aturan yang mengatur segala aktivitas
dan fungsi jabatan dalam organisasi.
·
Setiap anggota organisasi tidak diperkenankan
ikut campur dalam bagian departemen lain.
·
Peraturan organisasi berlaku pada setiap
individu anggota organisasi.
·
Perekrutan dan seleksi anggota di
organisasi formal berdasarkan kualifikasi dan tidak adanya kolusi ataupun nepotisme.
·
Promosi jabatan diterapkan berdasarkan senioritas
dan prestasi kerja.
Faktor yang
mempengaruhi struktur organisasi formal :
·
Metode dalam pencapaian tujuan bersama
·
Kondisi lingkungan organisasi
·
Teknologi
·
Anggota yang terlibat dalam organisasi
2.2 Proses Pembentukan Organisasi
Proses pembentukan
organisasi digunakan oleh seorang manajer untuk mengembangkan hubungan rasional
yang produktif antara semua aktivitas yang dikerjakan oleh anggota organisasi
dan kewenangan yang ada dalam organisasi tersebut (hubungan atasan – bawahan).
Proses ini melalui 5 tahap sebagai berikut :
1.
Mengkaji
Ulang berbagai tujuan dan rencana organisasi
Tujuan
dan rencana perusahaan menentukan aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan dalam
perusahaan tersebut. Sebagai contoh, karena timbulnya peningkatan persaingan
dalam industri, perubahan ekonomi serta tantangan-tantangan global maka
perusahaan dituntut untuk beroperasi secara efisien sehingga perusahaan mengadakan downsizing atau perampingan dengan
menghilangkan beberapa posisi dalam perusahaan, beberapa jenjang manajemen dan
bahkan seluruh divisi tertentu.
2.
Menentukan
aktivitas-aktivitas yang diperlukan
Tahap
ini berawal dari identifikasi tugas-tugas yang sifatnya kontinyu dan berakhir
dengan mempertimbangkan beberapa tugas yang sifatnya unik pada suatu perusahaan
itu sendiri. Misalnya, apakah perusahaan memerlukan perakitan produk,
pengiriman barang, dan lainnya. Sebagai ilustri, McDonals mengembangkan unit delivery service seiring dengan
meningkatnya frekuensi pembelian dengan system pesan dari pelanggannya.
3.
Mengklasifikasikan
dan mengelompokkan berbagai aktivitas dalam perusahaan
Setelah melakukan beberapa proses
yang lain seorang manajer bertugas :
a.
Mengkaji
ulang setiap kegiatan-kegiatan untuk menentukan jenisnya.
b.
Melakukan
pengelompokan aktivitas-aktivitas yang berprinsip pada kesamaan fungsional atau
kesamaan aktivitas. Misalkan kelompok kerja produksi perakitan, pengecatan,
pengepakan.
c.
Membangun
departemen-departemen berdasarkan kelompok untuk membentuk struktur organisasi.
Pembentukan departemen-departemen melalui 4 macam tipe departementasi :
-
Departemen
alisasi Fungsional
Pengelompokan
aktivitas-aktivitas yang memiliki kesamaan fungsi, misalnya produksi,
pemasaran, keuangan, personalia, dan sebagainya.
-
Departement
alisasi geografis
Yaitu
pengelompokan aktivitas dan tanggung jawab dalam suatu departemen berdasarkan
letak geografis, misalnya pembentukan divisi Jawa tengah, dan DIY, dan
sebagainya.
2.3 Pengelolaan Struktur Organisasi
Ada
beberapa konsep organisasi yang dipergunakan manajer dalam mengarahkan
organsasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut :
1. Wewenang
(authority)
Wewenang
adalah suatu alat manajemen yang menggambarkan hak untuk mengambil keputusan
sesuai dengan sumber daya yang dimiliki organisasi
Ada
beberapa tipe wewenang :
·
Wewenang Lini
Wewenang
pengawasan langsung antara atasan dan bawaha. Contoh :wewenang yang dimilki
manajer pemasaran untuk memberi tugas kepada staf penjualan.
·
Wewenang Staf
Wewenang
untuk mendukung operasi perusahaan dalam bentukpemberian saran. Wewenang in
hanya terbatas pada hak untuk memberikan bantuan dan pengarahan, tdak untuk
memberikan perintah langsung. Contoh : bagian hukum
·
Wewenang Fungsional
Wewenang
untuk mengambil keputusn mengenai aktivitas tertentu yang dilakukan oleh
departemen lain. Contoh : manajemen personalia mempunyai wewenang fungsional
terhadap staf kredit, promosi, dan lainnya.
2. Kesatuan
Perintah (unity of command)
Persyaratan
bahwa setiap orang dalam suatu organisasi hanya menerima perintah, bertanggung
jawab dan melapor pada satu orang. Konsep ini meniadakan 2 perintah yang
bertentangan sehingga tidak berakibat kerancuan.
3. Kekuasaan
(power)
Kemampuan
untuk mempengaruhi dalam suatu organisasi. Pemlik kekuasaan akan meningkatkan
efektvitas manajer karena dengan memiliki kekuasaan tersebut. Ada 3 sumber
kekuasaan :
a. Kekuasaan
yang bersumber dari posisi manajerial
Semakin
tinggi posisi manajrial seseorang dalam perusahaan maka semakin tinggi pula
kekuasaan yang dipandang oleh bawahannya.
b. Kekuasaan
referen
Berdasarkan
kepribadian dan kharisma yang dimiliki oleh seseorang dan bagaimana orang lan
memandang.
c. Kekuasaan
ahli
Seseorang
yang memiliki pengetahuan dan keahlian superior dipandang memiliki kekuasaan
ahli
4. Delegasi
(delegation)
Suatu
konsep yang menggambarkan adanya transfer wewenang formal yang arahnya ke bawah
atau bawahanan. Biasanya melalui beberapa tahapan
a. Penugasan
Pekerjaan. Diidentfikasi oleh manajer kepada bawahan
b. Delegasi
Wewenang. Manajer mendelegasikan wewenang yang dirasa perlu untuk menyelesaikan
pekerjaan yang ditugaskan kepada bawahan.
c. Penerimaan
Tanggung Jawab. Suatu kewajiban untuk melaksanakan kewajban untuk melaksanaan
pekerjaan yang telah ditugaskan dengan sebaik-baiknya.
d. Terciptanya
Pertanggung Jawaban. Suatu bentuk yang menunjukkan kemampuan untuk bertanggung
jawab kepada pihak tertentu dengan berani menanggung kesalahan.
5. Rentang
Kendali (span of control)
Menunjukkan
jumlah bawahan yang diawasi dan dibimbing oleh seorang manajer. Ditentukan oleh
beberapa faktor, sifat pekerjaan bawahan dan kemampuan manajer.
2.4 Tipe-tipe Struktur Organisasi
Terdapat beberapa tipe
struktur organisasi, dalam tipe struktur organisasi ini perusahaan dapat
memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berikut tipe-tipe
nya:
Struktur Tradisional
Struktur tradisonal
yaitu berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Fungsi ini adalah jenis
struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi.Ciri-ciri struktur
tradisional yaitu dengan memberikan garis otoritas yang jelas pada seluruh
level manajemen.
Berikut jenis struktur
organisasi di bawah struktur tradisional:
·
Struktur Lini
·
Struktur Lini dan Staff
·
Struktur Fungsional
Struktur Divisional
Struktur divisional
adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam suatu
organisasi. Struktur-struktur ini dibagi kedalam:
·
Struktur Produk
·
Struktur Pasar
·
Struktur Geografis.
Untuk menentukan
struktur organisasi yang baik sangatlah penting, karena jika penetapan yang
keliru maka akan merusak fungsi organisasi
Model Desain Struktur
Organisasi
·
Model mekanistis, yaitu sebuah struktur
yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi
yang terbatas, dan sentralisasi.
·
Model organik, yaitu sebuah struktur
yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas fungsi, memiliki
formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang komprehensif, dan
mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
·
Model Piramid,model ini di buat persis
sebuah piramida.
·
Model Horizontal,Model ini dibuat dengan
manarik garis lurus secara horizontal dengan pembagian funsional masing-masing
bersama tugasnya masi-masing
Faktor Penentu Struktur
Organisasi
Berikut adalah
faktor-faktor utama yang diidentifikasi menjadi penyebab atau penentu struktur
suatu organisasi:
·
Strategi
·
Ukuran organisasi
·
Teknologi
·
Lingkungan.
2.5 Organisasi Informal
Penyebab Kemunculan
Organisasi Informal
Organisasi informasi
berdiri tentunya tidak lepas dari beberapa latar
belakang dari orang-orang yang menyusun organisasi tersebut.
Organisasi informal muncul dapat disebabkan karena :
a. Salah satu hakekat manusia adalah memenuhi kebutuhan untuk berafiliasi
dan bersosaliasasi dengan orang-orang luar terutama yang ada disekitarnya.
b. Organisasi informal menjadi tempat untuk
mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan yang tidak tersalurkan dalam organisasi yang
formal.
c. Kemunculan organisasi informal muncul karena
adanya persamaan keperluan yang terdapat dalam sekelompok orang.
Kebutuhan-kebutuhan sekelompok orang yang tidak tersalurkan dalam
chanel organisasi formal yang mendorong terbentuknya organisasi informal.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam terbagi dalam kebutuhan berikut :
a)
Kebutuhan
Sosial
Kebutuhan sosial manusia begitu kompleks
sebagai contoh manusia memerlukan komunikasi yang hangat, perhatian,
penghargaan dll. Kebutuhan sosial ini tentunya memiliki level yang berbeda
dalam diri setiap individu. Dalam organisasi formal kebutuhan-kebutuhan sosial
ini tentunya tidak dapat dipenuhi semua, karena dalam organisasi formal
semuanya bertindak bedasarkan status dan kewenangan masing-masing individu dan
berlangsung secara formal pula. Selama semuanya berjalan sesuai denan tujuan
organisasi maka masalah-masalah sosial yang personal tidak terlalu banyak yang
tersentuh. Dalam organisasi formal. Organisasi informal berusaha untuk memenuhi
kebutuhuan sosial yang tidak tersentuh oleh organisasi formal ini seperti
keakraban, kebersamaan dll.
b)
Pengetahuan
tentang perilaku
Perilaku personal dalam organisasi formal
terbentuk sesuai dengan status, posisi dan kewenangan dalam organisi terebut.
Seorang ‘boss’ selalu akan mendapatkan penghormatan yang berlebih bahkan
berlebihan dari para staff dan jajarannnya. Sebaliknya seorang yang berada di
level bawah akan mendapatkan perlakuan yang seringkali melecehkan mereka. Di
luar organisasi formal seringkali berbanding terbalik dengan apa yang tertampil
di dalam perilaku mereka. Untuk menjembatani kekakuan perilaku komunikasi ini
seringkali membawa terbentuknya organisasi informal. Sebagai contoh dalam
arisan alumni sebuah sekolah yang beranggotakan berbagai level profesi dapat
terbina komunikasi yang akrab dan penuh kekeluargaan tanpa membedakan level
profesionalitas mereka dalam organisasi formal. Sopir, boss ataupun level lain
dapat bercanda dan memanggil tanpa ada embel-embel tertentu.
c)
Perhatian
dan Simpati
Perhatian dan simpati secara luas tidak akan
pernah muncul dalam organisasi formal. Simpati dam perhatian akan berbanding
lurus dengan posisi dan prestasi
personal. Orang-orang yang kurang beruntung dalam dua hal tersebut seringkali
tidak akan mendapatkan perhatian dan simpati. Organisasi informal memberikan
ruang yang lebih besar dalam perhatian dan simpat kepada setiap orang yang di
dalamnya.
d)
Bantuan
dalam pencapaian tujuan
Komunikasi organisasi informal yang cenderung
bersifat sepontan, penuh keakraban dan informal ini dapat membantu aggotanya
untuk mencapai tujuan organisasi formal. Komunikasi ini dapat membengun
hubungan yang lebih akrab sehingga masing-masing dapat berkomunikasi dengan
baik.
e)
Kesempatan
Berpengaruh dan Berkreasi
Dalam perkembangan organisasi informal
biasanya setiap anggota memiliki level yang cenderung sama sehingga semua
anggota dapat memiliki hak yang sama untuk saling mempengaruhi. Mereka dapat
saling meneruima satu dengan yang lainnya sehingga dapat memebrikan sarana
untuk rekreasi (penghiburan).
f)
Pelestarian
nilai budaya
Orgnanisasi informal secara tidak sadar dapat
melestarikan nilai-nilai budaya yang sudah anda. Sebagai contoh Indonesia
memiliki budaya untuk berkumpul dan saling menolong. Arisan sebagai bentuk dari
organisasi dapat memperkuat nilai kebersamaan dan seringkali untuk menolong
anggota yang ada. Kadangkala hasil kocokan dari arisan dapat dioper kepada
anggota yang lebih membutuhkan.
g)
Komunikasi
dan informasi
Komunikasi yang akrab dan kekeluargaan
seringkali tertutup dalam organisasi formal bahkan komunikasi secara akrab
seringkali sangat dibatasi. Dalam komunikasi organisasi informal seringkali
menjadi lebih terbuka sehingga memberikan informasi yang lebih banyak walaupun
memiliki sisi negatifnya karena kurangnya control dari komunikasi itu sendiri.
Ciri dan Sifat
Organisasi Informal
Sebagaimana
organisasi formal memiliki cirikahas maka organisasi informalpun memiliki
cirkhas yang tidak dimiliki oleh organisasi formal. Menurut J. Winardi
organisasi informal memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakan dari organisasi
formal, yaitu :
1.
Keanggotaan
pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun
tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu di mana seseorang
menjadi anggota organisasi tersebut.
2.
Sifat
hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak
terspesifikasi.
3.
Organisasi
informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya
dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.
4.
Organisasi
informal, merupakan kumpulan antar perseorangan tanpa tujuan bersama yang
disadari, meskipun pada akhirnya hubungan-hubungan yang tak disadari itu untuk
tujuan bersama.
5.
Dalam
organisasi formal, tiap unsur organisasi mempunyai kedudukan tugas dan fungsi-fungsi
yang tegas, sedangkan di dalam organisasi informal, kedudukan sarat fungsinya
tampak kabur.
Sedangkan yang menjadi
sifat dari organisasi informal adalah :
1.
Adanya hubungan yang bersifat spontan dan
tidak teroagniair.
2.
Masalah kepemimpinan menjadi dilemma klasik
3.
Kinerja organisasi informal tidak bertitik
tolak pada pengendalian manajemen
4.
Lebih menekankan aktifitas daripada tujuan
organisasi
PEMBAGIAN ORGANISASI
INFORMAL
1.
Organisasi Primer
Organisasi informal
primer merupakan oragniasasi yang menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi
dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi timbal balik dan bukan
pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini
adalah keluarga-keluarga tertentu.
Contoh Organisasi Informal
Primer
Masyarakat Indonesia
sebagaian besar berpenduduk muslim. Sebagai konsekuensinya dalam kesehariannya,
mudah sekali ditemui kegiatan masyarakat berupa pengajian. Pengajian dapat
ditemukan dengan mudah karena merupakan kegiatan yang dilakukan secara
berkesinambungan. Pengajian berlangsung dalam berbagai kalangan masyarakat baik di pedesaan
maupun di perkotaan. Pengajian ini terbentuk dengan didasari akan kebutuhan
masyarakat berupa kebutuhan rohani dan batin. Walaupun tidak ada bentuk
kompensasi yang diterima berupa imbalan, gaji, ataupun sekedar dalam bentuk
materi secara nyata, ternyata acara ini cukup diminati dan dihadiri oleh
pesertanya.
Pengajian dapat
dikatakan organisasi apabila kegiatan tersebut berkelanjutan dengan diorganisir
dan memiliki tujuan yang sama dari anggotanya. Lokasi pengajian dapat dilakukan
secara bergiliran pada anggotanya, begitu pula dengan penceramahnya, sesuai
dengan kesepakatan anggota. Walaupun acara ini berintikan pengajian, terkadang
di akhir acara para pesertanya melakukan sharing (tukar pikiran), ramah tamah,
maupun sekedar berbincang-bincang antar sesama anggota yang berpotensi dari
tema-tema yang diobrolkan tersebut dapat dibentuk kegiatan formal, seperti
perencanaan gotong royong.
2. Organisasi Sekunder
Organisasi sekunder
memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual.
Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi
mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun
imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak
kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya di mana harus saling setuju
mengenai seberapa besar pembayaran gajinya. Contoh Organisasi Informal Sekunder
Arisan merupakan salah
satu organisasi informal sekunder. Warga Indonesia memiliki kebiasaan berkumpul
dan membicarakan seputar kegiatan sehari-hari atau sekedar obrolan ringan yang
lebih sering disebut ngerumpi atau ngobrol. Dari kebiasaan itu, kemudian
dibentuk sebuah kegiatan informal yang berkesinambungan seperti Arisan.
Arisan merupakan
kegiatan berkumpul dengan melakukan iuran rutin tiap pertemuan, yang nantinya
di setiap pertemuan dilakukan pengocokan (undian) yang disepakati nominalnya
dalam forum sebagai bentuk kompensasi atas kehadiran anggotanya. Kompensasi
yang diberikan tiap pertemuan dibatasi, dengan tujuan memberikan motivasi pada
anggota lainnya untuk hadir kembali pada pertemuan selanjutnya. Bagi yang
memperoleh undian, diwajibkan untuk tetap hadir pada pertemuan berikutnya dengan
tujuan menyelasaikan iuran wajib tiap pertemuan hingga seluruh anggota
mendapatkan undian. Disamping itu pertemuan ini dititikberatkan sebagai ajang
silaturahmi.
Arisan merupakan forum
hiburan dari kebiasaan masyarakat yang melakukan ngobrol yang hampir pernah dilakukan oleh
seluruh orang. Forum ini pun diadakan secara bergilir sesuai dengan kesepakatan
anggotanya. Arisan bisa di katakan sebagai organisasi informal karena
organisasi ini terbentuk karena tidak adanya unsur disengaja antara para pelakunya.
Sebab organisasi ini di bentuk karena adanya rasa ketidakpuasan antara para
pelaku dengan lingkungan sekitar.
Kelebihan yang
dimiliki oleh organisasi informal :
a)
Mendorong akuntabilitas yang lebih besar
terhadap hasil akhir (output yang dihasilkan)
b)
Melengkapi jalur komunikasi dalam perusahaan
(organisasi formal)
c)
Memungkinkan terjadinya diversifikasi
ketrampilan (cross functional skills)
d)
Koordinasi antar fungsi didalam tiap posisi
menjadi lebih mudah
Kekurangan Organisasi
Informal :
a)
Berpeluang menggunakan ketrampilan dan sumber
daya secara tidak efisien
b)
Menuntut adanya ‘multiple role’ pada para
karyawan sehingga dapat menimbulkan work stress
c)
Daya tahan terhadap perubahan, apalagi jika
organisasi tidak siap berubah
d)
Penyesuaian kelompok (akan jadi pengganggu
jika standar jika kelompok lebih rendah disbanding organisasi formal, karena
akan menurunkan standard an kualitas organisasi formalnya)
e)
Hanya terpaku pada satu produk tertentu
(output)
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Organisasi adalah suatu kelompok yang
terdiri dari dua orang atau lebih dan memiliki tujuan bersama yang akan dicapai
melalui serangkaian kegiatan tertentu. Perusahaan organisasi yang dibentuk oleh
pemilik perusahaan dan manajer-manajer yang bekerja sama untuk menghasilkan
laba melalui penyediaan barang dan jasa kepada konsumen. Proses pembentukan organisasi
digunakan oleh seorang manajer untuk mengembangkan hubungan rasional yang
produktif antara semua aktivitas yang dikerjakan oleh anggota organisasi dan
kewenangan yang ada dalam organisasi tersebut (hubungan atasan – bawahan).
Komentar
Posting Komentar